Tren Etnik Dalam Desain Rumah Tinggal

Posted on 28 Juli 2010

0


Saat ini perkembangan desain pada tahap terkini, yakni rumah modern dengan gaya minimalis. Dikatakan modern, karena desain arsitekturnya menggabungkan unsur-unsur modern yang ada, baik dari sisi gaya, ornamen maupun bahan-bahan material yang dipergunakan. Namun meski sudah mencapai tahap modern, bukanberarti yang tradisional ditinggalkan. Karena ternyata adasebagian masyarakat yang menginginkan unsur tradisional tetap ada dan hadir untuk melengkapi desain rumah tinggal secara keseluruhan atau hanya sebagian saja.

Etnik dalam pengertian umum berarti populasi yang berhubungan dengan kelompok sosial yang memiliki kesamaan budaya, adat istiadat, nenek moyang serta kebiasaaan yang tertentu.Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki banyak kelompok etnis yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dalam hal gaya arsitektur rumah tinggal, Indonesia memiliki banyak warisan budaya yang berasal dari berbagai suku bangsa di tanah air serta perbedaan satu sama lain sesuai adat istiadat dan kebudayaan masing-masing daerah.

Di jawa misalnya, kita mengenal desain rumah  dengan gaya joglo. Rumah panggung dari Kalimantan, Sumatera dan Papua. Ada juga rumah gaya Bali, Betawi, Padang serta Batak. Masing-masing bentuk rumah tinggal tersebuit berbeda, baik dari segi desain, gaya dan ornamen yang melengkapi gaya rumah tersebut.

dalam hal desain etnik pada rumah tinggal setidaknya ada dua kelompok besar yang memiliki pandangan berbeda. Kelompok pertama yang menginginkan rumah desain rumah benar-benar murni mencerminkan gaya arsitektur tradisionals ecara utuh. Sedangkan kelompok kedua lebih pada perpaduan antara beberapa gaya, namun tetap memasukkan unsur tradisional sebagai bagian tak terpisahkan. Dalam  rumah tinggal tertentu yang didesain secara modern, namun dalam penataanya ornamennya memasukkan unsur-unsur tradisional. Ini juga dimasukkan kedalam kelompok kedua. Pada kelompok ini, mereka lebih menyukai memasukkan benda-benda tradisional, berupa aksesori maupun ornamen ke dalam  rumah yang berfungsi sebagai hiasan atau pelengkap.

Namun bagi kelompok pertama yang berpandangan bahwa unsur tradisional tak hanya sekedar pelengkap saja, melainkan sudah menyatu dalam rumah. dalam hal ini, desain rumah sejak awal dibangun memang sudah diarahkan kepada bentuk rumah tradisional sebagaimana konsep rumah tradisional yang ada di Indonesia. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain rumah bergaya etnik tradisional, salah satunya “aturan” yang tak tertulis yang selama ini masih dipegang teguh oleh masyarakat setempat saat membangun rumah.

Hal ini berbeda dengan konsep gaya rumah modern yang lebih bebas dan tidak terikat oleh aturan-aturan tertentu yang berlaku di masyarakat setempat, Konsep rumah modern lebih mengarah kepada konsep fungsional, yang menempatkan unsur-unsur bagian rumah disesuaikan dengan fungsinya yang ada. Selain itu, pengaturan ruangan yang ada juga mengikuti selera pemiliknya atau konsep yang sudah ada.

Memasukkan tren etnik dalam rumah tinggalbisa juga dilakukan dengan menambah unsur-unsur tradisional ke dalam rumah tinggal. Memajang berbagai macam aksesori dan ornamen hiasan yang bercirikan etnik yang mendukung gaya tersebut. Misalnya memasukkan bangku panjang yang terbuat dari kayu dengan motif dengan motif ukiran dan meletakkannya di teras rumah. Begitu pula patung, tokoh wayang maupun lukisan bergaya etnik, juga kain batik dan kain tradisional lainnya yang ditempatkann di bagian rumah tertentu.

masalah gaya adalah masalah selera. Rumah tinggal modern atau etnik tradisional, pada akhirnya dikembalikan kepada selera pemiliknya masing-masing. Tidak suka dengan gaya modern, bisa pilih gaya etnik tradisional. Beegitupula sebaliknya, namun bila menginginkan kedua-duanya juga tetap bisa, karena perpaduan antara gaya modern dan etnik tradisional tetap terwujud.

UG