Desain Rumah Minimalis Dengan Struktur Atap Melayang

Posted on 21 Mei 2010

0


Konsep awal hunian di atas tanah seluas 464 meter persegi ini adalah menciptakan sebuah rumah di atas danau di tengah hutan. Untuk itu dibuat kolam dengan lengkungan di halaman depan dan kolam renang di halaman belakang. 
Pada tampak depan bangunan, yang terlihat hanyalah garis-garis grafis yang kuat terasa melebur harmonis dalam permainan kaca dan metal yang seimbang. 

Pepohonan dengan aksen warna pada beberapa tanaman menjadi buffer sehingga panasnya sinar matahari tidak langsung masuk ke dalam rumah. 

Kendala rumah berdesain minimalis yang khas dengan dek atap tanpa kemiringan, yang menyerap panas matahari secara maksimal dan memberikan rasa panas di dalam rumah, diatasi dengan tetap memberikan atap dengan kemiringan 12 derajat. Atap ini tak akan terlihat bila kita berdiri di depan rumah dan tidak mengganggu tampak depan bangunan. Terinspirasi dari desain karya Le Corbusier, konstruksi atap pun dibuat agar memungkinkan penanaman rumput untuk menahan sinar matahari.
Area Pintu Masuk
Di area pintu masuk, tamu diajak melewati sebuah ramp dengan kemiringan yang nyaman dan selasar terbuka. Berjalan di sini seperti dikelilingi alam yang sejuk. 

Ruang Keluarga
Furniture dipilih berkonsep minimalis high tech dengan rumus balancing. Material dalam warna monokromatis ditata seimbang di kiri dan kanan ruangan. Penempatan AC pun ditata dengan rumus yang sama. Karpet sengaja diletakkan di tengah ruangan untuk memberikan aksen. Sebuah kursi warna hitam dengan garis lengkung menghilangkan kesan  kaku ruang.

‘Dermaga Kayu’
Unsur-unsur kejutan seperti ini yang membuat rumah terasa hidup. Demikian juga view yang tercipta antara ruang dalam dan area kolam renang di belakang hunian. Sebuah dek dari kayu menjembatani batu granit di dalam rumah dan tanah di luar ruangan.

Ruang Kerja
Kamar kerja didesain simpel. Meja kerja berdekatan dengan rak buku dan sofa untuk bersantai sambil menonton televisi. Area ini juga didesain dengan warna monokromatik untuk memberikan keseimbangan desain pada seluruh hunian.

Foyer
Begitu melewati sliding door yang merupakan ciri khas hunian minimalis, tampak sebuah area foyer dengan kursi yang cukup panjang untuk menyambut tamu. Lantai dilapis granit hitam yang mendinginkan ruangan.

Bar
Keunikan lain terletak pada area meja bar yang dibuat melayang, dengan desain warna putih dan silver yang ringan. Desain yang bijaksana, karena tidak menghabiskan banyak space sehingga ruangan tidak terkesan sempit. 

Kamar Tidur Utama
Di atas lantai dilapis dengan parquet warna cokelat, sengaja dibuat jendela yang dapat dibuka dan membuat sirkulasi udara yang sempurna ke dalam ruangan. Furniture dipilih yang ringan untuk menghindari blocking dan kesan berat. Kamar pun terasa lebih terang. 

Area Display
Naik ke lantai atas, melalui sebuah tangga dengan railing dari metal, akan berujung pada sudut ruangan. Menghadap ke kaca bening, area ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas. Pada hari biasa,  diletakkan sebuah kursi putih bergaya retro untuk bersantai sambil membaca buku. 

 

Sumber : Majalah Femina