Praktis Dengan Lemari Built-In

Posted on 29 April 2010

0


Merancang furnitur sebagai elemen interior yang dibuat built-in dapat memaksimalkan keunikan dari bentuk dan ukuran ruang. Elemen interior ynag dirancang khusus untuk ruangan tersebut memungkinkan presisi yang lebih teliti dan terlihat lebih padu dengan keseluruhan ruangan. Pada ruangan in, furnitur pada dinding diolah secara built-in sebagai area display, sekaligus sebagai tempat penyimpanan. Desain furnitur yang mengadopsi konsep dan bentuk tetris agar dapat membuat tampil lebih menarik.
Lemari built in adalah lemari yang tertanam di dalam dinding. Hemat tempat, dan tak perlu beli perabot lagi. Pernak-pernik memang cantik dan bisa membuat rumah tampil lebih menarik. Namun membeli pernak-pernik berarti harus dipikirkan di mana akan memajangnya. Bagi sebagian orang, lokasi pamer pernak-pernik ini seringkali memusingkan.Suka memajang pernak-pernik tetapi tidak suka rumahnya penuh lemari memang menjadi masalah klasik, terutama bagi rumah berukuran mungil. Penyebabnya, lemari seringkali memberikan kesan berat dan massif yang bisa menjadikan ruangan terasa lebih sempit.
Lantas, apakah pemilik rumah mungil tidak bisa menyalurkan hobinya mengoleksi pernak-pernik? Tentu masih bisa, karena ada trik yang bisa dicoba untuk memajang pernak-pernik lucu hasil buruan tadi.
Menghemat Tempat

Salah satu trik yang bisa dipraktekkan adalah dengan membuat lemari built in alias lemari (atau rak) yang tertanam di dalam dinding ruangan. Struktur semacam ini jelas menghemat tempat, karena lokasinya yang tertanam di dinding, sehingga tidak memakan luas dari ruangan. Dengan demikian ruangan tetap terasa lega, tidak disesaki oleh lemari, namun pernak-pernik tetap memperoleh show room untuk memamerkan keelokannya.
Jika ingin menambahkan lighting untuk menonjolkan indahnya koleksi pernak-pernik, lemari semacam ini juga akan mencegah semrawutnya ruangan oleh kabel. Karena kabel-kabel instalasi listrik bisa ditanam di dinding dan tidak menjalar ke mana-mana. Lighting yang umum diberikan untuk lemari semacam ini adalah model down light.

Divider

Selain sebagai tempat memajang pernak-pernik, bentuk lemari built in ternyata juga memiliki fungsi lain, yaitu dimanfaatkan sebagai divider atau pemisah ruangan. Untuk rumah berukuran kecil, sebaiknya membuat lemari built in dengan struktur yang semi transparan. Artinya, melalui lemari built in masih terlihat ruangan di baliknya, namun fungsi sebagai pemisah antar ruang tetap hadir. Bentuk semi transparan ini akan memberikan kesan yang lebih lapang dan terbuka, karena antar ruangan masih terlihat memiliki hubungan dan tidak terpisah sama sekali.
Konstruksi

Dari segi konstruksi, lemari built in biasanya dibuat dengan memajukan (atau memundurkan) sebagian dari dinding dan memasang lembaran kayu atau kaca di antaranya. Atau bisa juga dibuat dengan “melubangi” dinding.
Mungkin akan sedikit mengherankan. Memajukan dinding, kan, berarti mengurangi luasan ruangan? Memang benar jika ini ditinjau dari sisi ruangan yang dimajukan dindingnya. Namun jika ditinjau dari sisi ruangan di baliknya, maka memajukan dinding ini justru menambah luas ruangan. Jadi karena di satu sisi mengurangi dan di sisi lain menambah, maka hasil akhirnya bisa dibilang sama saja.
Sama sekali tidak dianjurkan untuk membuat lemari built in dengan cara “mengkorting” atau mengurangi tebal dinding. Tidak dianjurkan juga memasang bata atau batako mengikuti sisi panjangnya. Alasannya, pemasangan semacam ini sangat berpengaruh pada kekuatan dinding yang pada akhirnya akan mempengaruhi kekuatan struktur rumah secara keseluruhan.
Tempat-tempat Nyempil

Asyiknya lemari built in ini adalah, bisa ditempatkan di bagian-bagian yang nyempil dari rumah. Dengan demikian tidak ada sudut dari rumah yang tersia-sia. Sudut di kamar mandi dimanfaatkan sebagai rak tempat menaruh perkakas mandi.
Jika rumah memiliki kolom dari beton dan bentuknya menonjol keluar dari dinding, maka bisa membuat lemari built in di antara kolom-kolom tadi. Dengan catatan, letaknya sebaiknya berdekatan.
Di manapun Bisa

Lemari built in sesungguhnya adalah sistem penyimpanan yang fleksibel. Bisa diletakkan di manapun—di dapur, ruang tamu, bahkan kamar mandi. Fungsinya pun kemudian menjadi lebih luas lagi, tidak sekadar lemari pajang atau pemisah antarruang.
Dengan segala kelebihannya tadi, perlu dipertimbangkan kehadiran lemari built in di rumah. Apalagi yang memiliki hobi berburu pernak- pernik, namun tak ingin rumah disesaki oleh lemari pajang!

Bahan yang diperlukan untuk membuat lemari built-in

Pada kamar tidur ini, agak sulit menentukan apakah dinding jadi lemari atau lemari jadi dinding. Hampir semua dinding di kamar seluas 26,8 meter persegi ini, dimanfaatkan menjadi lemari built in. Salah satu contohnya, yang terlihat di foto ini. Dalam keadaan tertutup, lemari di sisi tempat tidur ini, layaknya dinding yang menonjol saja. Begitu digeser, baru terlihat berbagai pakaian dan pernik pribadi lainnya, yang tersimpan di sana.

Lemari dibuat setinggi plafon, supaya sama sekali tidak ada ruang terbuang, tanpa dimanfaatkan. Pintunya pun dibuat dengan sistem geser, supaya lebih irit lahan. Desain pintunya dibuat sangat sederhana, tanpa handle. Tak heran kalau tidak ada yang menyangka bahwa dinding menonjol itu adalah lemari. Desain sederhana ini juga membuat ruangan tampil lebih ringkas dan rapi.

Semua lemari built in, di kamar ini, terbuat dari multipleks lapis sungkai. Finishing-nya cat duco putih. Menarik, ya, idenya? Furnitur built in memang pilihan paling pas, untuk ruang-ruang mungil. Pasalnya, kita bisa membuat furnitur tadi sesuai dengan ukuran ruangan.

Diralat dari berbagai sumber

 


Posted in: Tips