Rumah Dome VS Rumah berstruktur Bambu

Posted on 23 April 2010

0


Sebelumnya DPC (Deskonstruksi Personal Company) sudah menjelaskan tentang Rumah Dome dan Rumah Berstruktur bambu (modern) serta beberapa artikel Desain Rumah bambu Fabrikasi (Solusi Pembangunan Rumah Pasca Bencana Alam) dan artikel Deskonstruksi lainnya mengenai Mau Tahan Gempa??? Pake Struktur Bambu !!!!!

bambu di Keberadaan ndonesia seperti buah simalakama. Rendahnya permintaan konsumen menyebabkan kalangan arsitek/industri tidak mengembangkannya. Akibat tidak ada pengembangan, maka bambu jadi tidak menarik sehingga masyarakat tidak menyukainya.

Akhirnya bambu sebagai material lokal posisinya semakin terpinggirkan. Hal ini tentu menyedihkan, mengingat persediaan bambu di Indonesia sangat berlimpah, namun kita masih belum optimal memanfaatkannya.

Dari berbagai penelitian, struktur bambu terbukti memiliki banyak keunggulan. Seratnya yang liat dan elastis sangat baik dalam menahan beban (baik beban tekan/tarik, geser, maupun tekuk). Fakultas Kehutanan IPB mengungkapkan fakta bahwa kuat tekan bambu (yang berkualitas) sama dengan kayu, bahkan kuat tariknya lebih baik daripada kayu. Bahkan, dengan kekuatan seperti ini, jenis bambu tertentu bisa menggantikan baja sebagai tulangan beton.

Selanjutnya kita beralih ke Rumah Dome.

Rumah Dome (Ferosemen) merupakan teknologi yang tepat untuk membangun perumahan di negara-negara berkembang. Kelebihannya adalah kemudahan dalam membangun dan terbentuknya rumah Dome yang nyaman. Rumah Dome ini menggunakan material lokal seperti kayu dan bambu sebagai pengganti tulangan/kerangka baja, seperti yang sudah dibangun di Bangladesh (India), Indonesia dan Papua Nugini .

Elemen ferosemen pracetak untuk atap, dinding, dan pagar telah banyak digunakan di India, Filipina, Malaysia, Brazil, Papua Nugini, dan Venezuela. Di India, kubah piramid pada bagian atas candi dan kubah mesjid dapat dibangun dengan menggunakan ferosemen. Pilihan ini didasarkan pada beerat struktur ferosemen yang ringan, tidak memerlukan bekisting (bahan material yang lain) dan tidak membutuhkan tenaga ahli untuk mengerjakannya.

Di atas sudah saya jabarkan Keunggulannya masing-masing. Sekarang tinggal Anda yang menentukan ingin membuat struktur bangunan yang seperti apa yang cocok menurut Anda pribadi.

Dipersilakan pendapat dan komentarnya.  Semoga dapat bermanfaat untu Anda. Segala pendapat dan komentar yang masuk, akan kami terima. Sebagai acuan untuk pembuatan artikel selanjutnya. Terima kasih.

DPC (Deskonstruksi)