Menata Private Room Anak

Posted on 18 April 2010

0


MEMILIKI tempat main sendiri adalah dambaan semua anak. Apalagi jika tempat main itu berada di rumah. Dengan demikian, mereka tak harus mengajak orangtua ke mal hanya untuk bermain.

Setiap orangtua tentu bahagia melihat anak mereka tumbuh dan berkembang. Namun, proses tumbuh kembang itu juga harus didukung environment di sekitar anak. Orangtua mesti pandai menstimulasi anak, salah satu caranya dengan memberi mereka mainan edukatif.

Untuk menunjang hal tersebut, akan lebih tepat bila Anda menyediakan tempat bermain khusus untuk si buah hati. Karena itu, mari kita rancang tempat bermain anak senyaman mungkin.

Merancang ruang bermain anak bisa menjadi momen spesial bagi Anda bersama anak. Namun, untuk menghadirkan kenyamanan, kita harus mengetahui apa yang diinginkan anak pada ruang yang kelak akan menjadi private room-nya itu.

”Selama masih dalam batas anggaran yang tersedia dan dapat diselesaikan sesuai waktu yang direncanakan, asal ruangannya didesain inspiratif dan menunjang kreativitas, akan berguna bagi tumbuh kembang anak Anda.Ikuti saja, asalkan tetap masuk akal,” kata arsitek Zulkarnaen Darnin.

Ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dalam mendesain ruang bermain anak. Langkah pertama yaitu memilih jenis penutup lantai yang tepat. Desainer interior Rina Anggraeni menyarankan, material lantai yang digunakan jangan yang licin karena bisa membahayakan si anak saat bermain.

Hal senada juga diungkapkan Zulkarnaen. Material yang biasa digunakan adalah keramik atau lantai vinyl. Bisa juga menambahkan karpet agar lebih nyaman dan hangat untuk anak ketika bermain ataupun duduk di atasnya.

Pilihan material sebaiknya berupa plastik atau busa dan hindari pemakaian bulu karena dapat menahan debu di dalamnya. Meski demikian, sah-sah saja untuk menggunakan karpet bulu, tetapi jangan yang terlalu tebal.

”Selama bulu dari karpet tersebut mudah dibersihkan, maka masih bisa ditolerir,” ujar Rina.

Saat ini di pasaran juga sudah tersedia jenis karpet busa yang dapat disusun berbentuk puzzle, bahkan ada yang berbunyi jika diinjak. Tentu saja hal ini akan lebih menyenangkan dan memacu kreativitas anak.

Parket kayu juga bisa menjadi alternatif pilihan lain karena bakal menimbulkan suasana hangat. Namun, jangan pilih jenis parket yang mudah tergesek. Karena jika tergores, parket akan mudah rusak.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah dinding kamar. Hal yang harus dipertimbangkan di sini adalah permukaan dinding harus simpel dan mudah dibersihkan.

”Misalnya dapat menggunakan cat tembok semigloss atau acrylic untuk kusen pintu dan jendela. Membuat lukisan dinding juga dapat dilakukan untuk menambah suasana bermain dan memperkuat tema kamar yang ingin ditampilkan,” tutur arsitek Wisnu Brata.

Jika ingin memakai wallpaper, gunakan yang mudah dicuci dan dibersihkan. Apalagi sudah banyak pilihan pelapis dinding yang sesuai dengan selera anak. Panel kayu yang ditempelkan ke dinding juga dapat dijadikan alternatif untuk menutupi atau sebagai dinding ekspos.

Dapat juga disiapkan panel kayu lapis multipleks tempat anak mencoret-coret dinding maupun menempelkan karya-karyanya.

”Daripada anak mencorat coret objek lain, lebih baik disediakan satu tempat khusus. Bisa saja menggunakan blackboard, tapi lebih baik menggunakan whiteboard yang bebas debu,” saran Rina.

Hal lain yang tak kalah penting diperhatikan adalah penataan perabotan yang diletakkan pada ruang tersebut. Pada ruang bermain, aktivitas yang biasa dilakukan adalah bergerak dan berpindah-pindah atau menggeser sesuatu. Jadi, peralatan maupun furnitur yang digunakan seperti kursi, meja, maupun peti mainan yang diberi roda sebaiknya dipilih yang ringan dan mudah dipindahkan.

Untuk perabotan yang besar, sebaiknya tidak dominan dan tidak fungsional sehingga memudahkan kita jika ingin melakukan perubahan tata ruang. Akan tetapi, jika Anda telah memiliki perabot yang besar dan ingin diletakkan di ruang bermain, maka pilihlah yang menawarkan kenyamanan serta tidak mudah dipindahkan atau digeser seperti sofa.

”Namun, perabot itu harus mudah dibersihkan jika terkena tumpahan makanan atau minuman. Bagian bawahnya dipilih yang tertutup penuh. Kalaupun memiliki kaki, sebaiknya dapat dijangkau sehingga mudah dibersihkan,”

Posted in: Tips