Konsep Cottage Garden

Posted on 18 April 2010

0


Pulau Ambon memiliki kekayaan alam yang istimewa. Di pulau yang indah ini terdapat perpaduan antara alam pantai dan alam gunung menghasilkan eksotisme yang unik. Kekuatan ini lah yang menjadi dasar utama ketika sebuah fasilitas hotel berbintang dibangun disana yaitu hotel Aston – Ambon.

Pulau Ambon merupakah salah satu dari gugusan pulau kecil di kepulauan Maluku. Pulau ini sangat spesifik karena berbentuk tapal kuda dalam posisi horisontal dengan cerukan ke dalam berupa teluk Ambon. Karena berupa dataran yang “tipis” maka terbentuk suatu situasi yaitu wilayah berkembang mengikuti garis pantai mengelilingi pulau. Di satu sisi berbatasan dengan pantai, dan di sisi yang lain berupa daratan yang berbukit. Vegetasinya pun tidak menyerupai vegetasi pantai pada umumnya, melainkan lebih menyerupai hutan heterogen dengan beragam jenis pohon yang tumbuh dengan subur dan lebat terutama pada sisi yang lebih tinggi ke arah bukit. Adapun area sisi pantai didominasi oleh tanaman khas pantai tetapi memiliki tajuk yang lebar.

Beberapa area di tepi pantai terasa gersang karena tanahnya cenderung berpasir dan berbatu karang. Secara alami hanya beberapa jenis tanaman pantai saja yang mampu bertahan dengan iklim mikro seperti ini. Upaya untuk menghijaukan area hotel yang cukup luas itu merupakan kerja keras dari tim Tropica Greeneries dengan arsitek lanskap Ir. Anggia Murni, IALI sebagai konsultan dan kontraktor untuk eksterior dan greeneries (penghijauan).

Hotel ini memanfaatkan potensi pantai menjadi nilai plusnya. Massa bangunan berbentuk U yang menghadap ke arah pantai pada bagian belakang mengapit fasilitas outdoor seperti plaza, swimming pool dan playground, sehingga membentuk area privat di bagian dalam. Sisi yang menghadap ke arah luar, menyempurnakan fasad yang terfokus pada area drop off untuk tamu.

Konsep greeneries lebih menekankan pada upaya untuk menghijaukan area pantai yang gersang dengan hijauan yang penuh bunga dan warna (fully bloom and color) yang sering diistilahkan dengan sebutan cottage garden. Konsep semacam ini banyak diterapkan pada taman-taman yang melengkapi bangunan vila di Eropa khususnya Inggris.

Mengapa bunga ? Penerapan konsep fully bloom and color, sebenarnya didasarkan pada potensi iklim makro dari Ambon yang memiliki kualitas cahaya matahari yang mampu memicu warna pigmen daun dan memicu warna bunga yang lebih kontras. Warna merah bunga dadap dan bunga Hibiscus akan muncul dalam ekspresi warna merah yang sangat kentara. Demikian pula karakter warna-warni daun puring/Codiaeum yang masyarakat Maluku menyebutnya gadihu , sangat beragam warna dan coraknya akan mampu menampilkan ekspresi warna yang sangat kontras. Bugenvil/Bougainvillea, Soka jepang/Ixora pun tak kalah atraktifnya dengan rajin berbunga hampir sepanjang tahun seolah-olah berbunga tanpa henti. Masih banyak jenis tanaman lainnya yang berhasil tumbuh optimal di sini. Potensi geografi di kawasan Ambon inilah yang justru ingin digali dan dimanfaatkan dengan maksimal oleh arsitek lanskap. Arsitek juga banyak menggali tanaman lokal potensial karena terbukti lebih mudah beradaptasi dengan iklim mikro dan memang memiliki keberagaman yang tidak kalah unggulnya, seperti pala/Myristica fragrans, cengkeh/Eugenia caryophyllata, kayu putih/Eucalyptus camaldulensis dan gandaria/Bouea macrophylla.

Bila taman depan dirancang lebih terbuka untuk menampilkan kesan anggun terhadap bangunan hotel, sebaliknya konsep yang sedikit berbeda diterapkan pada taman belakang.  Area taman belakang dirancang lebih mengikuti kebutuhan dan aktivitas di sekitarnya yaitu kegiatan playground, swimming pool dan amphitheatre yang berada tepat di tengah. Amphitheatre dirancang sebagai fasilitas outdoor untuk mengakomodasi kebutuhan gaya hidup masyarakat Ambon yang gemar menyelenggarakan pesta dansa di tepi pantai. Pola pengerasan lantai plaza dirancang unik dan menjadi eye catcher pada keseluruhan area taman belakang, dengan menggunakan koral sikat dengan motif tipikal satwa laut serta simbol  ‘tombak’ pada titik pusatnya sebagai simbol propinsi Maluku.

Beberapa pohon kelapa dan pohon peneduh ditanam pada seputar area rumput agar kelak akan memberikan keteduhan agar aktivitas di ruang luar terasa lebih nyaman. Upaya untuk menghijaukan area pantai Natsepa – Ambon ini merupakan salah satu usaha nyata untuk menjadikan lahan gersang menjadi lahan subur dan lebih bernilai.