Bata Ekspos, Munculkan Kesan Alami pada Hunian Rumah Anda

Posted on 18 April 2010

0


MEMBANGUN rumah dengan kesan alami tak harus mengambil lokasi di pedesaan. Anda bisa mendirikan hunian bernuansa pedesaan itu di tengah kota. Salah satu caranya dengan menerapkan teknik bata ekspose.

Sejak dulu hingga sekarang, batu bata selalu dijadikan material untuk membangun rumah. Seiring perkembangan zaman, tekstur batu bata pun dibuat semakin menarik. Begitu juga dari segi ukuran, sudah jauh berbeda dengan bata yang dibuat beberapa tahun silam.

Kalau dulu bata memiliki dimensi cukup besar, sekarang ukurannya mulai mengecil. Umumnya batu bata digunakan untuk dinding interior ataupun eksterior dan diplester menggunakan semen.

Namun, buat Anda yang ingin menonjolkan kesan alami, batu bata tak perlu ditutupi lagi dengan acian semen dan pasir. Material ini dapat diaplikasikan dengan teknik ekspose. Dengan begitu, batu bata akan mampu berdiri sesuai karakter aslinya.

Menurut arsitek Probo Hindarto, bata ekspose ataupun material lain yang diekspose biasa diberi kata keterangan ”ekspose” untuk menunjukkan bahwa material tersebut tidak ditutupi dengan bahan lain seperti acian plester, batuan, dan sebagainya. Tak heran, banyak orang terpukau dengan daya tarik bata ekspose ini.

”Kesan material yang jujur sehingga mengingatkan kita pada suasana pedesaan atau suasana yang tenang dan damai,” kata Probo.

Fungsi batu bata juga cukup beragam. Tidak hanya bisa diaplikasikan sebagai dinding, batu bata juga berguna untuk pembuatan pagar, atau kolom pengganti cor beton, seperti kolom bangunan pada zaman Belanda.

Selain itu, dilihat dari sisi estetika ruang, bata ekspose memiliki peran penting yakni memberi efek kesan alami yang dapat diasosiasikan dengan suasana di pedesaan. Kesan ini cenderung menenangkan dan bisa membuat Anda merasa nyaman.

Teknik mengaplikasikan bata ekspose cukup mudah, hampir sama saja dengan pengaplikasian dinding bata biasa. Hanya, campuran adukan antarbatanya harus dibuat serapi mungkin, tidak belepotan sehingga bata ekspose akan terlihat bagus dipandang mata.

Dalam hal ini diperlukan tukang yang berpengalaman dan teliti untuk membuatnya. Sebagai contoh, ujar Probo, Anda bisa melihat teknik pemasangan bata ekspose dari para tukang di Bali. Mereka mampu membuat dinding bata yang tidak terlihat sambungannya. Ini sangat menarik.

Hanya, untuk menggunakan bata ekspose di dalam rumah, biasanya kita harus memesan secara khusus. Pasalnya, jenis bata yang digunakan itu lebih kuat dan presisi dibanding bata biasa. Harganya pun lebih mahal dibandingkan jenis bata yang biasa. Sebab, bicara kualitas, bata ekspose memang lebih baik.

”Untuk membuat bata ekspose di dalam rumah, sebenarnya kita bisa menggunakan bata biasa. Tapi, hasilnya terkadang jauh berbeda. Contohnya, bata ada yang pecah sedikit, tidak presisi, atau tidak lurus,” sebut Probo.

Untuk membedakan bata ekspose yang baik dan tidak, biasanya dengan melihat tingkat presisi bata tersebut. Menurut Probo, semakin presisi bata yang digunakan dan makin keras atau baik mutunya, maka akan semakin menarik dijadikan bata ekspose.

Dari segi aplikasi, bata merah konvensional biasanya digunakan untuk konstruksi dinding dengan plesteran biasa karena kekurangan dari jenis bata ini bisa dengan mudah ditutupi oleh lapisan semen.

Sementara batu bata press sering diaplikasikan tanpa lapisan penutup atau yang lebih sering kita kenal dengan nama bata ekspose itu tadi.

Salah satu kelebihan menggunakan bata press sebagai bata ekspose adalah bata ini cenderung tahan lama atau awet. Ukurannya pun presisi, tetapi sebagian orang menilai sisi artistiknya kurang karena terkesan kaku dan kurang alami.

Wajar saja, ini karena produk tersebut dihasilkan oleh mesin sehingga cenderung tipikal dan kurang berseni. Namun Anda jangan khawatir, karena hal ini dapat diatasi dengan teknik penyusunannya.

Jika menggunakan teknik konvensional memang akan cenderung monoton dan kurang artistik. Trik untuk menyiasatinya adalah dengan membuat alur-alur di setiap ketinggian 50 cm. Susunannya setengah bata atau menyusun setengah bata dengan posisi tegak.

Kombinasi susunan ini bisa bervariasi asal tetap mempertimbangkan kekuatan batu bata dan dalam posisi tetap berselang-seling. Tapi, jika Anda ingin tetap menggunakan batu bata merah konvensional agar tampilan dinding terlihat berseni, kombinasi susunan seperti di atas bisa juga diterapkan selain teknik pemasangan.

Memang tidak semua tukang bisa mengerjakan bata ekspose ini karena butuh ketelitian dan ketekunan yang sangat tinggi. Apalagi setengahnya merupakan pekerjaan seni. Untuk menyiasati tekstur bata yang tidak rata, di sini teknik pemasangan sangat berperan penting.

Material yang terlalu tebal atau tebal-tipisnya tidak beraturan akan membuat tampilan dinding ekspose ini jadi terkesan kumuh atau seperti rumah setengah jadi. Bata ekspose juga cukup rentan terhadap jamur. Karena itu, secara berkala lakukanlah pelapisan (coating) dengan cairan khusus yang dapat melindungi batu bata dari kelembapan dan jamur.

Sedikitnya lakukan dua kali pelapisan setelah pemasangan dan bisa diulangi secara berkala, misalnya tiga bulan sekali sehingga tampilan dinding tetap bagus serta tidak mudah rusak terkena pergantian cuaca.