Tips DPC

Posted on 28 Maret 2010

0


Penyebab runtuhnya sebuah bangunan akibat gempa disebabkan oleh empat faktor, yaitu pemakaian bahan dinding, penggunaan material, tenaga ahli dan penataan ruangan.

Pada umumnya rumah atau bangunan sederhana didirikan tanpa mempertimbangkan faktor ketahanan terhadap gempa. Bisa saja disebabkan oleh masalah sumber daya manusianya. Indikasi ini bisa dilihat dari sistem struktur yang biasa dibuat, antara lain.

1) Pondasi batu kali dipasangkan angkur besi berdiameter 6—8 mm setiap panjang 1—1.5 m.

2) Kedalaman balok pondasi (sloof) dibuat masuk ke tanah atau minus 10—25 cm dan lantai dasar (± 0.00).

3) Kolom yang dipakai adalah kolom praktis yang dibeli di toko material. Kolom mi sangat tidak memenuhi syarat untuk bangunan tahan gempa.

4) Pengecoran kolom dilakukan secara bertahap jika pasangan batu bata telah mencapai ketinggian 1 m. Dilakukan pengecoran dengan adukan yang tidak jelas perbandingan antara semen, pasir, dan split, apalagi jika semua bahan pengerjaannya disuplai oleh pemborong sehingga sulit untuk dilihat mutunya.

5) Tidak ada pemasangan besi angkur pada kolom untuk pasangan dinding batu bata.

6) Dinding batu bata tidak diplester dan tidak diaci.

7) RIng balok terkadang dipasang dan terkadang tidak dipasang.

8) Ring balok hanya menumpang pada pasangan dinding.

9) Hubungan antara ring balok dengan kuda-kuda atap asal jadi.

Sumber:

www.astudioarchitect.com

Ditandai:
Posted in: DPC, Tips