Bebas Repot Berkat Media Instan

Posted on 28 Maret 2010

0


Tinggal rendam sebentar, blok ringan kecoklatan itu langsung berubah jadi media yang siap ditanami berbagai jenis tanaman.

Pertama kali memandang media tanam ini, kita langsung teringat pada conblock yang biasa digunakan sebagai material perkerasan lahan. Ya, media tanam ini memang dikemas dalam bentuk balok-balok kecil seukuran conblock.  Setelah lebih jauh diperhatikan dan diangkat-barulah blok ini terasa ringan. Bahan pembentuk media tanam ini adalah serbuk sabut kelapa. Jelas bobotnya ringan.

Ini merupakan media tanam hasil inovasi dari media tanam dari sabut kelapa yang sudah ada sebelumnya. Selama ini, orang mengenal sabut kelapa sebagai media tanam, yang disebut cocopeat.  Biasanya sabut ini dijual dalam bentuk serabut, lembaran, atau potongan kecil-kecil.

Jika ada yang menjadi serbuk, biasanya dikemas dalam karung besar dan dalam keadaan basah. Inilah yang mendorong diciptakannya media tanam dari sebuk sabut kelapa dalam bentuk yang berbeda.

Praktis dan Higienis

Perbedaan media tanam ini memang pada kemasannya. Setelah sabut kelapa dikeringkan, selanjutnya ia dicacah sehingga menjadi serbuk. Serbuk kering ini kemudian dipres dalam keadaan panas dengan mesin khusus.

Hasilnya adalah blok persegi panjang ini. Selanjutnya, blok ini dikemas plastik untuk menjaga kekeringannya. Dalam satu kemasan, terdapat 2 buah blok, yang dijual seharga Rp 15.000.

Effendi Njoto, distributor media tanam bermerk Angzgro ini, mengatakan, “Dengan ukuran yang kecil, konsumen akan dimudahkan, karena tidak perlu membeli media tanam dalam jumlah besar sekaligus.” Karena media ini kering, bobotnya pun ringan. Satu blok beratnya hanya sekitar 4 ons.

Selain itu, karena ada pemanasan saat proses pres, maka media tanam ini bisa dibilang bebas penyakit. Tidak ada lagi bibit bibit hama atau jamur yang biasa bercokol pada media tanam. Rayap pun enggan menggerogoti media ini, karena pada sabut kelapa, kadar selulosa yang menjadi makanan rayap, sudah tidak ada.

Media Gembur Akar Subur
Cara pakai media tanam ini mudah, cukup ditambahkan air dan ia akan mengembang dengai sendirinya. Satu kemasan (2 buah blok) akan mengembang menjadi media tanam bervolume sekitar 8 liter.

Jika sudah terurai, serbuk sabut kelapa ini akan menjadi media tanam yang sangat gembur. Media yang gembur sangat cocok untuk pembibitan, karena mudah ditembus oleh akar. Bandingkan dengan tanah yang lebih padat dan lama-kelamaan mengeras. Dengan begitu, tanaman yang ditanam di media ini perakarannya lebih kuat dibandingkan dengan tanaman yang ditanam di tanah biasa.

Tetapi bukan berarti media ini hanya untuk tanaman muda saja. Tanaman dewasa pun dapat menggunakan media ini. Mungkin ada kekhawatiran tanaman dewasa tidak akan berdiri kokoh di media yang sangat gembur ini.

Karena itu, campurkan tanah dengan perbandingan 1:1 dengan media tanam ini. Akar tanaman akan mencengkeram kuat namun secara umum media tetap gembur.

Tidak Perlu Sering Disiram
Sabut kelapa adalah media yang mampu menyimpan air. Sebab itu, tanaman yang menggunakan media itu tidak perlu disiram setiap hari. Penyiraman 3 – 4 hari sekali sudah cukup, meskipun ini jugs tergantung dari jenis tanamannya. Untuk jenis tanaman yang tidak terlalu menyukai air, penyiramannya cukup dilakukan dengan sprayer.

Yang sering terjadi, permukaan bagian atas pot sudah terlihat basah, tetapi bagian bawah pot masih kering. Atau sebaliknya. Sebaiknya colok media dengan tangkai kayu kecil untuk menguji kadar air pada pot agar penyiraman betul-betul rata.

Sementara itu, pemupukan dapat dilakukan seperti pada media tanam lainnya. Pupuk cair atau yang berbentuk butiran dapat disebarkan ke atas permukaan pot. Penggantian pot (repotting) pun menjadi lebih mudah, karena gembur, tanaman menjadi lebih mudah diangkat. Bobot tanaman plus medianya juga ringan, sehingga memudahkan pemindahan tanaman.

Effendi mengklaim bahwa media yang ringan ini mampu bertahan 10 tahun tanpa diganti. Penyusutan media pada pot pun tidak signifikan. Jika sedikit berkurang, itu hanya karena ada media yag terbawa air ketika disiram

kompas