Taman Sumur di Belakang Rumah

Posted on 11 Maret 2010

0


Sumur diolah agar tampil layak. Batu candi, taman, dan bangku dari kayu dan besi jadi aksen.

MASIH ingatkah Anda akan sumur? Itu adalah lubang bulat yang menembus lapisan tanah dan menghasilkan sumber air. Biasanya lubang itu dikelilingi tembok setinggi 0,7m-1m. Tempatnya di area terbuka dekat kamar mandi.

Di kota, jarang orang punya sumur di rumah. Namun coba lihat sumur yang satu ini. Masih berupa lubang sumber air dengan bentuk yang sama dengan sumur kebanyakan. Sumur ini juga tetap menjalankan fungsinya sebagai sumber air untuk keperluan sehari-hari, terutama kala pompa listrik tidak dapat dioperasikan karena listrik padam.

Apa yang beda? Sumur ini tampil cantik, dan jadi focal point di taman. Kehadirannya memberi keunikan, di tengah lahan seluas 10m² itu. Betapa tidak, tembok yang mengelilinginya dilapisi batu candi. Bagian bibir sumur diberi aksen air terjun. Tetesan air ditampung ke dalam kolam menyerupai parit pada bagian kaki sumur. Tiang sumur pun dari kayu dolken yang dililit tali ijuk.

Taman belakang itu pun penuh bunga. Ada aglaonema, plumeria, bougenvil, puring, dan jeruk limo. Beberapa bangku bermaterial bata ekspos dengan dudukan batu candi ditata di satu sisi, sementara pada sisi lainnya bangku dari kayu dan besi.

Di belakang jejeran bangku bata berdiri sebuah bidang setengah lingkaran, mengikuti bentuk sumur. Bidang setengah lingkaran yang tertutup batu candi ini memiliki panjang 3,2m dan tinggi 2m. Bidang lengkung ini, selain jadi pembatas, juga berfungsi sebagai struktur utama atap polikarbonat, yang juga disangga oleh pipa besi dan slink.