Bangunan Ramah Lingkungan dengan b-panel

Posted on 11 Maret 2010

1


Pemanasan global menjadi permasalahan yang harus segera ditanggulangi. Oleh karena itu, jika ingin membangun sebuah bangunan yang ramah lingkungan, b-panel merupakan sebuah langkah yang baik.

Ada beberapa unsur yang membuat b-panel ramah lingkungan, diantaranya :

  • Mengurangi Penggunaan Energi dan Emisi Berbahaya

b-panel merupakan kombinasi antara kemampuan insulasi dari Expanded Polystyrene (EPS) dan massa beton. Ini merupakan kombinasi material yang dapat menghasilkan sebuah struktur yang memiliki tingkat insulasi thermal yang tinggi. Dengan insulasi thermal yang tinggi maka akan mengurangi turun naiknya temperatur di dalam ruangan, sehingga dapat mengurangi konsumsi energi dari alat yang digunakan untuk memanaskan atau mendinginkan ruangan.

Selanjutnya, dalam pembuatan b–panel digunakan uap dan air dingin untuk memproduksi EPS. Tidak ada zat beracun, seperti formaldehida atau zat kimia lainnya yang digunakan dalam proses produksi b-panel, dan tidak ada emisi gas rumah kaca yang dihasilkan, seperti Chlorofluorocarbons (CFCs) atau HydroChlorofluorocarbons (HCFCs), sehingga dalam proses pembuatannya, b-panel juga ramah lingkungan.

  • Mengurangi Pemakaian Kayu.

Untuk bangunan konvensional, pemakaian kayu sangat banyak ( terutama untuk pembuatan bekisting kolom, balok, dan lantai beton ). Sementara dengan menggunakan b-panel, kayu hanya digunakan untuk “stood” saja dengan jumlah yang lebih sedikit dan dapat pula diganti dengan menggunakan besi kotak kosong / hollow sehingga penggunaan kayu bisa ditiadakan. Artinya, penggunaan b-panel dapat mengurangi jumlah pohon yang ditebang untuk keperluan industri konstruksi.

  • Mengurangi Perusakan Lingkungan dengan Mengurangi Konsumsi Material Alam

Dalam pembuatan dinding sebuah bangunan umumnya menggunakan batu bata ( bisa bata merah maupun con block) sebagai material utamanya. Kemudian dilakukan pekerjaan plaster untuk merapikan pasangan bata tersebut.

Dalam pembuatan bata merah, material yang digunakan adalah tanah liat. Untuk jumlah pemakaian bata merah yang banyak, akan sangat banyak pula tanah liat yang digunakan dalam produksinya. Sementara kita tahu bahwa penggalian tanah liat merupakan kegiatan yang bisa merusak lingkungan dan memperburuk erosi tanah.

Sementara itu dalam pembuatan batako atau con block, material yang digunakan adalah pasir dan semen. Semakin banyak batako atau con block yang digunakan maka makin banyak pula pasir dan semen yang dibutuhkan dalam pembuatannya. Sama seperti tanah liat, penggalian pasir yang berlebihan akan merusak lingkungan. Sedangkan proses pembuatan semen membutuhkan energi yang sangat besar ( produsen semen adalah konsumen energi terbesar kedua di dunia ).

Untuk bangunan yang menggunakan b-panel, material alam yang digunakan hanyalah pasir untuk pekerjaan shotcrete saja yang jumlahnya sama dengan material yang dibutuhkan dalam pekerjaan plester dinding konvensional. Sementara dalam pembuatan b-panelnya sendiri tidak ada material alam yang digunakan, sehingga efek yang ditimbulkan terhadap alam juga lebih sedikit.

Penggunaan b-panel dalam bangunan dapat mengurangi perusakan terhadap alam sehingga alam dapat lebih terpelihara.

  • Mengurangi sampah konstruksi

Dalam pembuatan sebuah bangunan secara konvensional, setelah seluruh pekerjaan konstruksi selesai akan terlihat banyak sampah, terutama kayu yang digunakan dalam proses konstruksinya. Akan dikemanakan sampah tersebut ? Apabila masih bagus, kayu dapat digunakan untuk proyek selanjutnya. Selain itu, jawaban termudah adalah dibakar. Berapa banyak kayu yang akan dibakar pada tiap akhir pekerjaan konstruksi? Sangat banyak jika kita kumpulkan dari setiap proyek yang ada. Dan ini adalah pemborosan biaya, selain itu juga pada saat dibakar menghasilkan emisi gas rumah kaca yang seharusnya dihindari.

Bangunan dengan b-panel dalam proses konstruksinya, penggunaan kayu lebih sedikit, sehingga pada akhir pekerjaan tidak banyak terdapat sampah yang terbuang.

Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa bangunan yang menggunakan b-panel sebagai elemen bangunannya dapat dikatakan merupakan bangunan yang ramah lingkungan dan sangat mendukung program GO GREEN yang saat ini sedang didengungkan di seluruh dunia dan merupakan hal yang harus kita perhatikan.

Posted in: DPC, Hot News, Konstruksi