Konsep Rumah Masa Depan Tahan Gempa

Posted on 28 Januari 2010

0


KONSEP rumah seperti apa yang diidamkan orang pada umumnya? Tentu yang tahan terhadap guncangan, awet, tahan lama, dan dapat melindungi sang penghuni beserta barang-barang di dalamnya. Apalagi di Indonesia, situasi dan kondisi alamnya semakin tak menentu.

Contohnya beberapa tahun terakhir sering terjadi gempa bumi, banjir, ataupun longsor yang mengakibatkan banyak rumah rusak hingga rata dengan tanah. Rumah sebagai pelindung seharusnya mampu memberikan fungsinya yang terbaik.

Tapi, kebanyakan orang hanya membuat rumah berdasarkan tren, tanpa memikirkan apakah rumah itu sudah cocok atau tepat untuk zaman sekarang? Tak jarang rumah yang dibuat pun tidak sesuai dengan prosedur yang ada sehingga tidak menghasilkan rumah berkualitas.

Dalam artian, desain interior maupun eksteriornya tidak berfungsi secara penuh. Lantas, seperti apa konsep rumah yang bisa memenuhi kebutuhan kita saat ini?

Arsitek Denny Setiawan menjelaskan, “Sebenarnya rumah hanyalah alat yang digunakan untuk melindungi kita. Jadi, jangan sampai alat yang kita gunakan tersebut malah berbalik menjadi alat yang membunuh kita. Oleh karena itu, dibutuhkan konsep yang tepat. Pasti setiap negara mempunyai konsep rumah masa depan yang berbeda-beda.”

Banyak dari kita yang hanya mengandalkan keunikan tampilan rumah tanpa memikirkan efek selanjutnya. Padahal, jika kita telaah, banyak kejadian terjadi akibat adanya pergeseran tanah.

Banyak rumah rubuh dan tidak berfungsi lagi gara-gara strukturnya yang salah. Denny berpendapat, masyarakat Indonesia mempunyai kecenderungan saat membangun rumah hanya mengandalkan kuli bangunan ataupun kontraktor karena mereka mungkin sudah punya pengalaman membangun rumah.

“Padahal, dalam membuat rumah, peran ahli struktur atau arsitek sangat penting. Contohnya untuk membuat dinding, kolom, dan lain-lain,” ujar Denny Seringnya terjadi gempa membuat para arsitek dan desainer interior harus berpikir ulang mengenai konsep hunian yang baik untuk masa depan.

Mungkin lebih tepatnya, rumah yang tanggap terhadap gempa. Menurut Denny, hal pertama yang harus diperhatikan adalah, kita hidup di iklim yang sudah tidak bersahabat, cuaca yang tidak menentu, serta kecenderungan terjadi gempa.

Untuk menjawab semua tantangan itu, boleh jadi kita harus meninggalkan energi listrik yang selama ini menjadi sumber ketergantungan manusia.

Kita, kata Denny, sebenarnya mampu melakukan banyak hal tanpa mengandalkan listrik. Kita harus bisa menggantinya dengan energi angin yang lebih ramah terhadap lingkungan. Yang kedua, bagaimana kita membuat rumah yang ramah lingkungan.

Caranya antara lain bisa dengan membuat taman dan menciptakan banyak bukaan pada hunian. Terakhir, kita bisa menerapkan konsep taman di atas atap rumah yang berfungsi sebagai penyerap energi matahari.

okezone