Fenomena Rumah Minimalis

Posted on 12 Januari 2010

0


Gaya hidup masyarakat yang kian berkembang seiring dengan efisiensi waktu dan tingginya aktivitas berimbas pada tren rumah yang simple dan dinamis. Pembangunan rumah dengan konsep minimalis menjadi pilihan favorit bagi masyarakat saat ini. Oleh karena itu, pengembang bidang property berlomba-lomba untuk menyajikan rumah dengan konsep tersebut. Tak pelak tren minimalis tersebut berkembang pada penataan eksterior hingga interior rumah.

Rumah minimalis mempunyai dua bentuk yang geometris dipadukan dengan bentuk pengembangan lainnya seperti kota, persegi panjang, dan segitiga. Hal tersebut terlihat dari penampilan rumah yang berbentuk kotak pada dinding dan jendela.

Ornament pada rumah minimalis nyaris tidak akan pernah ditemukan di setiap detail bagian rumah. Kesan minim memang terdapat pada rumah dengan konsep ini. Penggunaan detail-detail rumit seperti yang terdapat pada rumah – rumah bergaya klasik tidak akan pernah ditemukan. Penggunaan bentuk & bahan material bangunan berbentuk garis dengan penempatan vertical dan horizontal mewarnai penampilan rumah, seperti yang terdapat pada jendela, dinding ataupun pagar. Bentuk-bentuk kaca dan jendela yang segi empat semakin mempertegas fasad serta memperkuat karakter minimalis itu sendiri.

Penampilan bahan pada rumah minimalis memberikan kesan jujur, karena profil dari setiap bahan tampil apa adanya. Penggunaan bahan pun lebih hemat tanpa menurunkan kualitas & kekuatan dari bahan misalnya, penggunaan beton atau baja ekspos dibiarkan tanpa dilapisi bahan lainnya.

Penggunaan bahan ringan, seperti baja & stainless stell pada detail bangunan diekspos, memberikan kesan ringan, kokoh, berteknologi serta dinami.

Rumah minimalis terdiri dari ruang-ruang yang efektif dan fungsional. Setiap ruang berkesan alami dan sirkulasi udara dalam ruang pun optimal.

Untuk lahan yang terbatas, ruang dalam diciptakan multifungsi. Misalnya ruang tamu, ruang keluarga, dan dapur dibuat menyatu. Hal tersebut sangat praktis, karena sirkulasi di dalam ruang dapat berlangsung cepat & berfungsi secara optimal. Peletakan hiasan elemen interior di dinding, ruangan dan lantai sangat minim. Namun, hal tersebut tidak berkesan kaku, karena penggunaan finishing material bangunan dibuat dinamis. perabotan rumah sebagai pelengkap interior mengikuti bentuk dasar yang geometris, sederhana, simple, ringan, dan fungsional. Penggunaan warna hitam, cokelat, putih dan abu-abu. Karakter minimalis pada perabot interior semakin muncul dengan penggunaan lampu sorot untuk memanipulasi suasana dan kesan ruang. Penggunaan lampu pun minimal dengan jenis down light.pemilihan mengikuti tren warna era 2000-an. Warna –warna alam yang kemudian di gabungkan dengan warna-warna kontras sebagai aksen dalam penampilan rumah mempercatik gaya yang ada. Bangunan rumah & interior didominasi warna hitam, putih dan abu-abu. Warna tersebut memberikan kesan ringan,dingin, dan bersih yang dipadukan dengan warna-warna kontras yang berfungsi sebagai aksen agar terlihat kaku.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan rumah & gaya hidup masyarakat yang metropolis, simple dan dinamis serta minat masyarakat terhadap rumah yang sederhana, praktis dan fungsional akan menjadikan rumah yang berkonsep minimalis mempunyai daya tarik tersendiri.