Rumah Modern Tropis

Posted on 10 Mei 2010

0


Simpel, mudah perawatan, penuh cahaya, dan hemat energi. Ciri rumah modern tropis dan ramah lingkungan inilah yang diusung pasangan muda untuk rumahnya di kawasan Bandung, Jabar, ini. Warna ungu dan lukisan dijadikan aksen yang menjadikan ruangan terasa hangat.

 Awalnya, pasangan Andri Prasetya Rahardja dan Asti Gunawan, tak memilih konsep tertentu saat membuat rumah mereka. “Tapi sudah dua kali membangun, jatuh-jatuhnya pasti ke gaya minimalis lagi,” jelas Asti tentang rumah mereka di daerah Setra Duta, Bandung.

Alhasil, untuk rumah seluas 180 meter berlantai dua tersebut, menurut Ir. Hikmat Subarkah, sang arsitek, pun dibangun dengan gaya sederhana yang mengadopsi modern tropis, yaitu arsitektur tradisional yang beradaptasi dengan iklim tropis dan dikembangkan sesuai kebutuhan kehidupan masyarakat modern.

Konsep modern tropis tersebut terlihat dari adanya tritisan, yaitu area atap yang menjorok melebihi batas dinding. Manfaatnya untuk mengondisikan udara luar sebelum masuk rumah. Jadi, udara yang masuk rumah bisa lebih dingin.

Pintu dan jendela kaca dibuat lebar agar rumah terasa nyaman dan hemat energi. “Sehingga cahaya bisa masuk ke seluruh ruangan. Ruang pun terlihat terang dan sejuk sepanjang hari,” kata Hikmat.

Bebasnya sinar mentari masuk lewat jendela besar sangat terasa di ruang tamu. Lukisan-lukisan hasil karya nyonya rumah serta sofa dengan nuansa ungu menghiasi ruangan ini. “Kalau beli lukisan, kan, mahal. Mending diisi dengan lukisan sendiri,” kata ibu beranak dua yang memiliki studio sendiri untuk menyalurkan hobinya.

Di sebelah ruang tamu adalah ruang perpustakaan pribadi. Keterbukaan dan hubungan antar ruang membuat sirkulasi terasa mengalir dari depan ke belakang hingga lantai atas. Perpustakaan menjadi ruang favorit bagi Asti yang dimanfaatkannya untuk bersantai dan membaca buku-buku arsitektur koleksinya. Perpustakaan dilengkapi sebuah tangga yang bisa digeser untuk memudahkan mencari buku di bagian lemari atas. Asti juga memajang gelas-gelas koleksi dari perjalanannya keliling negara.

Dinding Ungu
Suasana modern tropis kembali tergambar di ruang makan yang terlihat dari perpustakaan. Sebuah meja makan dengan 4 kursi dan dinding warna ungu mendominasi ruangan. Terlihat elegan dan hangat. Tak banyak perabotan di ruangan ini, simpel dan mudah dirawat. “Kami memakai warna ungu muda, agar terlihat cerah,” papar Hikmat.

Di belakang ruang makan, ada ruang keluarga tempat menonton teve. Tak banyak pernak-pernik di ruangan ini, hanya terdapat sofa, meja teve, dan lukisan. Simpel dan sederhana. Menuju ke lantai atas, ada ruang kerja, kamar mandi, 2 kamar anak yang sarat dihiasi pernik khas anak-anak, dan 1 kamar utama.

Munculnya warna ungu, lanjut Hikmat, membuat suasana lebih hidup. “Selain itu menggambarkan perenungan atau penyendiri. Suasana juga terasa nyaman, tidak terlalu klasik. Ruangan pun jadi lebih mapan baik dari segi warna, furnitur. Sedangkan lukisan, warna-warna kayu, mewakili rumah modern tropis. Terlihatnya enak dan seimbang, kan,” tandas Hikmat yang mendirikan 12 Akitek bersama rekannya Ginanjar Ramdhani.

Sederhana & Fungsional
1. Warna dalam suatu ruang sangat berpengaruh kepada emosi dan fisik manusia.
2. Warna ungu punya karakter yang penuh kekuatan, feminin, anggun, dan hangat.
3. Ungu juga dekat dengan suasana spiritual yang magis, mistis, misterius, dan mampu menarik perhatian. Itu sebabnya warna ini banyak digunakan oleh kaum bangsawan.
4. Rumah modern tropis membuat ruangan sesuai kebutuhan, tata ruang mengalir lancar, penataan perabotan sederhana, fungsional, dan mudah perawatan.

About these ads