Taman Air Mungil Jadi Alternatif Dekorasi

Posted on 16 April 2010

0


Suara gemericik dan alunan aliran yang dihasilkan oleh air terjun maupun fountain tak pernah gagal menghibur penikmatnya. Karena itu, banyak orang menginginkan fountain hadir di halamannya.Namun terkadang air terjun-terutama yang berbentuk tebing-memerlukan area yang cukup luas. Untuk Anda yang hanya memiliki lahan terbatas jangan berkecil, karena DPC akan menyajikan desain taman fountain air terjun yang sederhana pas dengan kebutuhan dan keterbatasan dana yang anda miliki.

Taman air hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, mulai kolam mungil sampai kolam yang berdetail rumit, lengkap dengan air mancur, ikan dan tanaman air. Namun, yang perlu diingat, penataan taman air yang bagus di pekarangan belakang seseorang, belum tentu sesuai untuk pekarangan belakang orang lain. Satu hal yang pasti, fitur-fitur taman air akan membuat perubahan yang besar terhadap pekarangan belakang rumah Anda.

Sebagai permulaan proyek penataan pekarangan belakang menjadi taman air yang indah, pembuatan kolam menjadi satu hal yang utama. Kolam air merupakan rangsangan baik untuk mata yang melihatnya serta telinga yang mendengarnya. Efek kedamaian dan ketenangan yang dihasilkan jelas penting demi menghilangkan stres juga penat setelah seharian bekerja.

Pertama-tama, sebelum Anda mulai menggali lahan tersebut atau membeli peralatan yang dibutuhkan, penting sekali untuk membuat perencanaan dan pemikiran yang matang. Menurut arsitek lanskap Fifiana, apabila Anda membuat taman air dengan fitur-fitur yang sulit dalam hal perawatan atau tidak sesuai dengan gaya hidup Anda, itu tidak akan membantu Anda sama sekali. “Bisa-bisa nantinya taman air menjadi kering dan terabaikan,” ujar Fifi.

Pertimbangkan dulu, kenapa Anda memilih membangun taman air di pekarangan belakang dan apa manfaatnya bagi Anda? Apakah hanya sebagai “penyejuk” mata dan memberi efek suara yang menenangkan? Atau prospek membudidayakan tanaman air menggugah minat Anda? Pikirkan secara jelas dalam kepala Anda, lalu tuangkan ide tersebut di atas kertas.

Pelajari lahan pekarangan belakang Anda secara teliti soal tempat terbaik bagi peletakan kolam air. Bila memungkinkan, pilih tempat yang tidak hanya terlihat dari pekarangan itu, juga dari dalam rumah. Jadi Anda bisa menikmati taman air tersebut di mana pun berada.

Fifi menyarankan, apabila tidak terlalu familier dengan kolam air, mungkin Anda bisa meminta pertimbangan dari seorang ahli. “Tanyai pendapat mengenai jenis kolam air, ukuran, dan jenis ikan dan tanaman air yang cocok diletakkan di situ,” ujarnya.

“Ikan koi dan ikan mas adalah yang paling disukai sebagai ikan penghias kolam. Sementara untuk tanaman air, bisa dipilih jenis teratai mini atau algae (sejenis ganggang penghias kolam),” kata Fifi.

Meletakkan ganggang bisa menjadi tantangan tersendiri. Sedikit ganggang pada kolam air, bagus untuk keseimbangan ekosistem. Sebaliknya, apabila terlalu banyak, malah akan membuat kolam menjadi keruh dan kurang menarik. Beberapa orang suka menggunakan penyaring atau filter air. Namun, karena alat ini diletakkan di dalam air, terkadang masalah malah muncul.

Diletakkan Dimana?

bisa diletakkan di taman depan, pekarang belakang rumah atau di dalam rumah, atau bisa juga diletakkan “sendirian” tanpa ditemani tanaman-tanaman hias. Jika ingin meletakkannya di taman, letakkan di tembok/sisi taman yang kosong untuk menghilangkan kesan sepi pada sisi tersebut.

Air terjun ini biasanya dilengkapi dengan kolam kecil di depannya. Anda bisa menambahkan ikan hias atau tanaman air agar penampilannya makin alami. Sebaiknya tanaman air ditanam di dalam pot dan tidak langsung ditanam di dasar kolam. Hal ini untuk menjaga agar air kolam tidak menjadi keruh. Taburkan juga batu koral kecil di atas pot, untuk mencegah tanah larut oleh air.

Sirkulasi Air

Air terjun biasanya dibuat berputar dengan menggunakan pompa air bertenaga listrik. Pompa dapat diletakkan di kolam atau disembunyikan di bawah konstruksi air terjun. Yang lebih tampak indah tentunya jika pompa disembunyikan di dalam konstruksi. Namun jika sulit melakukannya, pompa bisa juga disembunyikan di antara tanaman air.

Agar jatuhnya air nampak lebih “indah”, beberapa penjual menemukan ide menarik yang bisa ditiru. Salah satunya yaitu dengan menggunakan kaca di pinggir tiap undakan atau dengan membuat beberapa lubang di pipa paralon atas

Membuat sendiri

Anda bisa membuat sendiri air terjun ini. Konstruksinya dibuat dari batu bata yang disusun dan direkatkan dengan adukan trasram (dengan komposisi semen : pasir, 1 : 2). Untuk pelapis luarnya Anda bisa menggunakan batu alam yang tersedia di toko-toko yang khusus menjual batu alam. Anda bisa mengombinasikan beberapa jenis batu alam yang biasa dipakai untuk membuat air.

Beberapa jenis batu alam yang biasa dipakai sebagai elemen penyusun air terjun Bali antara lain andesit, palimanan, batu candi, dan batu relief balian yang ditatah sehingga membentuk alur-alur. Agar batu-batu tersebut tidak mudah berlumut, sebaiknya diberi coating (pelapis) khusus batu alam. Pelapis ini terdiri dari 2 jenis, yaitu pelapis yang natural (texturized) dan pelapis yang mengkilat (polished).

Agar Air Tak Perlu Sering Diganti

Ada 2 alternatif yang dapat dilakukan agar air selalu jernih :

Menggunakan filter yang dibuat di bawah dasar kolam hingga kolam pun menjadi lebih dalam. Filter seperti ini lebih cocok digunakan untuk kolam yang cukup luas.

Filter yang kedua ini lebih cocok untuk air terjun dengan kolam kecil. Filter dibuat dari batu zeolit yang diletakkan di atas ijuk atau busa. Filter ini bisa diletakkan di kolam atau di dalam undakan. Sebelum dipakai, batu sebaiknya dicuci terlebih dahulu agar kotoran dan debu pada batu hilang.