Tips Membangun Rumah Tahan Gempa (1)

Posted on 29 Maret 2010

0


Wilayah Indonesia yang rawan gempa dan beberapa kejadian gempa sebelumnya, semakin meyakinkan kita untuk merancang suatu rumah yang tahan terhadap goncangan gempa atau minimal dapat meminimalisir kehancuran saat gempa terjadi. Merancang rumah tahan gempa pada dasarnya membutuhkan dua hal untuk diperhatikan.

Pertama adalah struktur rumah, untuk bertahan terhadap gempa dibutuhkan struktur yang kokoh. Struktur yang kokoh dapat dimulai dari pondasi beton bertulang dan antar bagian yang terjalin solid. Sebagai contoh untuk rumah berbentuk L, sebaiknya pondasi dibagi menjadi dua bagian.

Kedua adalah fleksibilitas bangunan, selain harus kokoh, bagunan juga harus fleksibel mengikuti goncangan gempa. Salah satu cara untuk membangun rumah yang fleksibel adalah dengan menggunakan material atap dan dinding yang ringan, penggunaan material kayu seperti yang digunakan di rumah-rumah Jepang adalah contoh fleksibilitas. Penggunaan kaca dalam material rumah sebaiknya diminimalisir atau juga dapat menggunakan material gypsum dan papan komposit.

Ketiga, gunakan furniture yang ringan dan menyatu dengan rumah, agar dapat felsibel mengikuti goncangan dan tidak jatuh menimpa penghuni rumah. Sebagai contoh furniture di Jepang yang ringan dan menyatu dengan dinding rumah.

Tips membuat rumah tahan gempa:
1. Struktur rumah harus kuat, pondasi beton bertulang harus solid
2. Material bangunan yang fleksibel, seperti kayu, gypsum dan atap yang ringan
3. Pemilihan furniture yang ringan dan menyatu dengan rumah

MembanguN Rumah Secara Bertahap

Harga bahan bangunan akhir-akhir makin mahal dan sulit terjangkau, mulai dari harga semen, besi sampai harga kau yang naik tinggi. Pembangunan atau renovasi yang dilakukan biasanya akan terkendala, terutama jika anda menggunakan sistem borongan. Pembangunan yang terhambat biasanya disiasati oleh para kontraktor ataupun tukang dengan meminta tambahan biaya kepada pemilik rumah.

Namun, jika tambahan dana yang diminta oleh kontraktor atau tukang terlalu besar dan pembangunan masih belum sampai 90% dari rencana awal, sebaiknya anda mempertimbangkan mencicil pembangunan rumah anda.

Konsep pembangunan rumah dengan mencicil ini biasa disebut rumah tumbuh. Pada dasarnya rumah tumbuh adalah pembangunan rumah secara bertahap dengan perencanaan awal yang sama. Contoh rumah tumbuh adalah rumah yang tumbuh secara horizontal atau rumah yang tumbuh secara vertikal.

Rumah tumbuh secara horizontal misalnya pembangunan rumah di lahan 190 meter persegi membutuhkan dana 190 juta rupiah. Namun karena dana yang ada baru 90 juta, maka pembangunan tahap pertama baru 90 meter persegi dan dilanjutkan setelah dana yang dibutuhkan tersedia. Sedangkan rumah tumbuh secara vertical misalnya pada rumah tipe 36 akan dibangun 2 lantai dengan luas bangunan menjadi 90 meter persegi, maka pembangunan tahap pertama adalah 45 meter persegi lantai 1 dan dilanjutkan dengan lantai 2 jika dana yang dibutuhkan telah tersedia.

Lalu bagaimana merencanakan rumah tumbuh secara horizontal ?, langkah pertama adalah membuat desain yang utuh untuk seluruh bangunan akhir, artinya gambar yang ada di awal adalah gambar yang menggambarkan hasil akhir dari rumah tersebut, lalu di-break down menjadi tahapannya.

Selanjutnya dipilih ruangan yang diprioritaskan, seperti ruang tamu, dapur, kamar mandi utama dan kamar tidur utama. Ruangan yang dapat ditunda seperti ruang kerja, ruang santai atau kamar tidur anak dapat dibangun di tahap kedua. Langkah ketiga, ruangan yang dibuat pada tahap pertama sebaiknya lapang dan sederhana, sehingga fungsinya dapat disesuaikan, misalnya ditambahkan tangga atau perubahan fungsi dari kamar tidur utama menjadi ruang makan.

Langkah ke empat adalah pembangunan pondasi dan material atap disesuaikan dengan rencana akhir, misalnya untuk rumah tumbuh vertical 2 lantai pondasi yang disiapkan sebaiknya untuk 2 lantai atau rangka atap pada rumah tumbuh horizontal disesuaikan saluran airnya dengan rencana bangunan akhir.